Dampak Pemangkasan Dana Desa: Posyandu ILP Berjalan Tanpa Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Agus Mujianto, S.A.P04 May 2026
IMG_20260504_095134.jpg
Ngrejo – Pelaksanaan transformasi kesehatan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Ngrejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar mulai menghadapi hambatan serius. Akibat adanya pengurangan anggaran Dana Desa secara signifikan pada tahun anggaran 2026, kegiatan rutin Posyandu terpaksa dilaksanakan tanpa penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi warga yang hadir.
Layanan Posyandu ILP yang seharusnya mencakup seluruh siklus hidup—mulai dari balita hingga lansia, kini hanya berfokus pada pemeriksaan fisik dan skrining kesehatan dasar. Ketiadaan anggaran untuk PMT menjadi pukulan bagi program pencegahan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat di tingkat desa.
Pengurangan dana fiskal desa memang berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat seperti Posyandu dan PAUD. Di beberapa daerah, penurunan anggaran Dana Desa tahun 2026 dilaporkan cukup tajam, memaksa pemerintah desa melakukan penyesuaian prioritas secara ekstrem.

Kepala Desa Ngrejo Imam Suyadi menyatakan bahwa “Posyandu ILP merupakan langkah konkret desa untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas bagi warga, dan Kami tetap berupaya menjalankan Posyandu ILP demi memantau kesehatan warga, namun ketiadaan PMT sangat terasa dampaknya terhadap antusiasme masyarakat untuk datang," ujarnya.

Salah satu kader Posyandu setempat menyatakan “Ketiadaan makanan tambahan seperti susu atau makanan olahan bergizi dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kehadiran warga, yang pada akhirnya menghambat deteksi dini risiko penyaki.”.

Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun Posyandu berjalan atas dasar kepedulian, dukungan anggaran tetap menjadi pilar utama keberlanjutan layanan kesehatan ibu, anak, dan lansia. Para pemerhati kebijakan desa menyarankan agar pemerintah desa mencari alternatif sumber pendanaan lain, seperti swadaya masyarakat atau kemitraan dengan sektor swasta, agar pemenuhan gizi masyarakat tidak terhenti total.

Pemerintah Desa Ngrejo berharap ada evaluasi terkait prioritas penggunaan dana di tingkat pusat agar program-program vital seperti ILP tetap mendapatkan dukungan finansial yang memadai untuk menekan angka stunting dan menjaga kesehatan publik secara menyeluruh. (Ags)